LENGKONG, AYOBANDUNG.COM-- Seperti diketahui bahwa gaji PNS 2024 rencananya akan memakai sistem single salary. Kabar terkait skema single salary sebagai sistem gaji PNS tersebut pun mencuri perhatian setiap ASN di Indonesia. Tak sedikit menyebut, bahwa dengan single salary ini membuat gaji PNS malah jadi berkurang tanpa tunjangan dan bonus.TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan gaji ke-13 PNS akan disalurkan pada Juni 2023. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). "Biasanya pertengahan (Juni). Namun memang biasanya enggak sama (waktu pencairannya setiap tahun)", kata Kepala Data Komunikasi dan Untuk diketahui gaji pokok PNS merupakan salah satu komponen gaji ke 13 terbesar. Dikutip dari Kompas.com, 5 Mei 2022, besaran gaji pokok PNS, yakni: Golongan I Golongan Ia: Rp 1.560.800 - Rp.2.335.800 Golongan Ib: Rp 1.704.500 - Rp.2.472.900 Golongan Ic: Rp 1.776.600 - Rp 2.557.500 Golongan Id: 1.851.800 - Rp 2.686.500 Golongan II
TRIBUNNEWS.COM - Berapa besaran gaji ke-13 PNS yang akan cair 1 Juli 2022? Simak penjelasannya berikut ini. Besaran gaji ke-13 yang paling besar mencapai Rp 24.134.000.
Pencairan gaji ke-13 PNS dijadwalkan pada Juli mendatang. Dalam pasal 12 ayat 1 PP no 16 tahun 2022, dijelaskan gaji ke-13 paling cepat akan dibayar pada bulan Juli. "Gaji Ketiga Belas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dibayarkan paling cepat pada bulan Juli," bunyi pasal 12 ayat 1 dikutip detikcom. Lalu berapa gaji ke-13 yang diterima oleh PNS ?
"Pada 13 April 2022 saya telah menandatangani peraturan pemerintah tentang pemberian THR dan gaji ke-13 untuk seluruh ASN, TNI, Polri, ASN daerah, pensiunan, penerima pensiun, dan pejabat negara, serta tambahan tunjangan kinerja 50 persen untuk ASN, TNI, dan Polri aktif yang memiliki tunjangan kinerja," kata Jokowi.
"Pada 13 April 2022, saya telah menandatangani peraturan pemerintah tentang pemberian THR dan gaji ke-13 untuk seluruh ASN, TNI, Polri, ASN daerah, pensiunan, penerima pensiun, dan pejabat negara, serta tambahan tunjangan kinerja 50 persen untuk ASN, TNI, dan Polri aktif yang memiliki tunjangan kinerja," ujar Presiden Jokowi seperti yang dikutip